•NILAI NILAI KEMENTERIAN KEUANGAN • Integritas • Profesionalisme • Sinergi • Pelayanan • Kesempurnaan • >> Integritas • Bersikap jujur, tulus dan dapat dipercaya • Menjaga Martabat dan tidak melakukan hal-hal tercela :: Profesionalisme • Mempunyai keahlian dan pengetahuan yang luas • Bekerja dengan hati :: Sinergi • Memiliki sangka baik, saling percaya dan menghormati • Menemukan dan melaksanakan solusi terbaik :: Pelayanan • Melayani dengan berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan • Bersikap proaktif dan cepat tanggap :: Kesempurnaan • Melakukan perbaikan terus menerus • Mengembangkan inovasi dan kreativitas <<
 


Perwujudan Peran Aparat Pengawasan Intern Yang Efektif

Rabu, 10 Agustus 2011

 

Penulis : C.M. Susetya (Kepala Bagian Umum Sekretariat Itjen)

 

Dalam edisi kali  ini kita akan  melihat salah satu pilar dari Lingkungan Pengendalian Internal yang ke – 7, yaitu : Perwujudan Peran aparat pengawasan intern yang efektif. Ukuran efektivitas apa sih yang harus ada dan menjadi prasyarat untuk mengukur peran aparat pengawasan intern tersebut telah efektif atau tidak ? Pertanyaan yang wajar, yang pasti muncul untuk mengetahui salah satu dari lingkungan pengendalian internal ini menjadi salah satu pilar di dalamnya.

 

Gambaran umum APIP :

Peran APIP adalah  melaksanakan salah satu fungsi sebagai auditor internal.  Sebagai auditor internal, maka secara normatif, harus mewujudkan prinsip-prinsip yang berlaku umum dalam organisasi Internal Audit. Definisi yang berlaku, sesuai pemahaman yang dikembangkan oleh IIA adalah sebagai berikut : “ Internal auditing in an independent, objective assuranse and consulting activity designed to add value and improve an organization’s operations. It helps an organization accomplish its objectives by bringing a systematic, disciplined approach to evaluate an improve the effectiveness of risk management, control and governance processes (IIA, 1999).

 

Sesuai dengan definisi tersebut, maka untuk mewujudkan peran yang efektif, maka peran Internal Auditing oleh APIP harus juga mengacu pada praktek2 modern yang berorientasi kepada pencapaian tujuan organisasi, melalui kegiatan :

  1. Pemberian kepastian, keyakinan dan penjaminan yang memadai (assurance) dengan melakukan kegiatan antara lain : audit, reviu, penilaian, evaluasi, verifikasi, pengujian dan pemantauan atau monitoring.
  2. Konsulting  untuk memberikan  solusi atas berbagai macam permasalahan dan pencapaian tujuan organisasi, dengan kegiatan2 : sosialisasi, bimbingan, pendampingan, pemberian saran / petunjuk, konsultasi, pelatihan2 dan survei.

 

Yang lebih penting dari orientasi pelaksanaan tugas seperti tersebut di atas, efektivitas perwujudan peran APIP juga sangat tergantung pada :

  1. Komitment pimpinan di tingkat stakeholder (pemangku kepentingan), yaitu : pimpinan tertinggi di lingkungan instansi pemerintah dan manajemen instansi pemerintah yang diawasi, terutama dukungan atas akses informasi / data / sumber daya, persamaan persepsi dan penentuan fokus, bidang, sektor, ruang lingkup pengawasan, pelaksanaan rekomendasi tindak lanjut dan penilaian kinerja APIP.
  2. Pengelolaan manajerial pengawasan internal, mulai dari perencanaan, kegiatan tahunan, pelaksanaan kegiatan sampai dengan pelaporan dan pemantauan tindak lanjut.
  3. Pengembangan kemampuan / inovasi dalam kegiatan pengawasan intern, seperti pengembangan kompetensi SDM, penggunaan tehnologi dan pemahaman terhadap lingkungan pengawasan.

 

Masa lalu unit pengawasan internal yang lebih menitik beratkan pencarian kesalahan manajemen, yang ujung-ujungnya membuat list daftar dosa dan kesalahan manajemen, melalui  pemahaman yang baru ini sudah menjadi tidak relevan. Unit internal audit harus menjadi bagian dari solusi, harus mampu memberikan  rekomendasi perbaikan yang mampu mengeliminir penyebab yang sistemik dari suatu  penyimpangan.  Peran konsultatif, pendampingan dan  perbaikan manajemen melalui bimbingan, pemberian petunjuk menjadi salah satu titik berat peran internal audit saat ini.  Namun demikian peran watch dog juga masih diperlukan, paling tidak sebagai salah satu upaya penjaminan yang memadai bahwa seluruh tugas dan fungsi  telah dilaksanakan oleh manajemen.

 

Apa yang harus dilakukan ?

Pemahaman unit Internal Audit yang baru, yang lebih mengedepankan peran konsultatif bagi sebagian  auditor yang terlibat di dalam  penegasan peran yang baru ini, bisa berakibat pada keresahan-keresahan. Muncul pertanyaan, seolah Unit Internal Audit pada era sekarang, sudah tidak memliki “GIGI” lagi,  sebagai penjaga “organisasi” dalam bingkai yang lebih mengesankan menyeramkan. Atau paling tidak ditakuti.  Tidak salah memang. Merubah budaya kerja, merubah mind set, melakukan reformasi atas kelemahan-kelemahan yang  ada dan melaksanakan hal yang baru pasti juga  akan menimbulkan benturan-benturan. Namun, untuk lebih melengkapi pemahaman perubahan itu, ada lebih baiknya juga melihat peristiwa-peristiwa dramatis yang akhirnya harus merubah pola pikir dasar kita tentang Internal Audit.  Dalam kasus penyalahgunaan di Lehman Brothers, peran Internal Audit juga akan dipertanyakan, seandainya hanya berperan dalam sisi audit, tetapi tidak pernah melihat dan menguji pilar-pilar pengendalian internal yang seharusnya lebih didalami melalui sisi peran konsultatif,  verifikasi, pemantauan, dll.

 

Efektivitas yang diminta dari perubahan paradigma tentang internal audit melaui kegiatan-kegiatan Audit, reviu, evaluasi, penilaian, verifikasi, pengujian maupun pemantauan  harus di dasarkan pada pola kerja yang profesional. Artinya, harus bisa  dipastikan seluruh proses tersebut  telah dimulai dengan perencanaan yang baik. Perencanaan yang  mampu memberi keyakinan yang memadai bahwa output dari kegiatan-kegiatan tersebut mampu memberikan keyakinan bagi manajemen dan pengambilan keputusan, terhadap permasalahan-permasalahan yang muncul dan harus ditindaklanjuti oleh manajemen.  Dokumentasi atas proses-proses  kegiatan yang dilakukan  harus betul-betul mampu menunjang bahwa seluruh permasalah yang diangkat bukan disebabkan semata karena opini, tetapi berdasarkan fakta yang digali dari proses yang due profesional. Penggunaan tools sistem manajemen audit, adalah salah satu bukti arah kegiatan audit internal tersebut  diharapkan mendapatkan output yang efektif dan efisien, baik bagi manajemen maupun proses kerja yang dilakukan oleh unit internal audit yang ada.

 

Peran sebagai konsultan, mensyaratkan pentingnya kompetensi tehnis dari proses bisnis yang dilakukan oleh manajemen.   Tantangan  dunia Tehnologi Informasi yang sangat cepat menjadi bagian dari pola kerja dan informasi bagi auditan dan auditee, juga harus tumbuh dan berkembang oleh dunia internal audit.   Tidak bisa dibayangkan, bilamana peran sebagai pendamping, asisten, sosialisasi bila  auditor tidak mengetahui secara pasti proses bisnis yang ada. Yang muncul pasti, proses yang lebih mengedepankan  kewenangan, yang ujung-ujungnya mencari-cari kesalahan.

 

Akhirnya, membangun unit Pengawasan Internal yang efektif adalah menjadi tugas bersama.  Janga lagi muncul penolakan-penolakan dari  auditan karena yang ditemui dari proses audit bukan sebuah solusi tetapi tambahnya apersoalan baru karena ketidakefektifan kegaitan internaal aaudit. Memberikan keyakinan bagi pihak luar, khususnya bagi manajemen  adalah sebuah keutamaan bagi unit pengawasan internal. Dan semuanya itu harus dibangun dari nilai-nilai profesional, kejujuran dan mau selalu belajar dari kesalahan. Mari kita kembangkan unit Internal Audit, khususnya Inspektorat Jenderal Kementeria Keuanga yang semakin efektif, mampu membangun kepercayaan publik dan diterima oleh manajemen sebagai bagian dari solusi. Semoga. 



    


Profile


Biografi Inspektur Jenderal

Bernama lengkap Vincentius Sonny Loho, Ak., M.P.M atau akrab di sapa Sonny Loho. Beliau lahir di Jakarta, 1 Juni 1957. Beliau memulai karirnya di Kementerian Keuangan sejak tahun 1980.

readmore



Recent News

 

Link Situs

 

 

 

 

 

 

 

Video

 

 

 

Contact Us

Gedung Djuanda II Lantai IV-XIII Kementerian Keuangan
Jalan dr. Wahidin No. 1 Jakarta 10710 Kotak Pos 3132 Jkt. 10031
Telp. +62 21-3865430
Fax. +62 21-3440907
Sms Pengaduan : 08159966662

e-mail : itjen@depkeu.go.id     
e-mail Tim LP2P : timlp2p@depkeu.go.id

FAQ




 
Copyright © 2012 . Bagian Sistem Informasi Pengawasan - Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.   Sitemap   .